Monday, September 26, 2022
spot_img
spot_img

Ini Alasan Luhut Terapkan Harga Tiket Masuk Candi Borobudur Rp 750.000

Jakarta, Aktualiti.com – Menteri Koordinator Maritim dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan ungkap alasan mengapa harga tiket masuk Candi Borobudur menjadi Rp 750.000. Hal itu diterapkan semata-mata untuk menyerap lapangan kerja baru serta menjaga kelestarian kekayaan sejarah dan budaya nusantara.

“Ini kami lakukan demi menyerap lapangan kerja baru sekaligus menumbuhkan sense of belonging terhadap kawasan ini sehingga rasa tanggung jawab untuk merawat dan melestarikan salah satu situs sejarah nusantara ini bisa terus tumbuh dalam sanubari generasi muda di masa mendatang,” jelas dia di akun instagramnya @luhut.pandjaitan, Minggu (5/6/2022).

Baca juga : Wasekjen PBNU: Politik NU Mempersatukan Indonesia

Sebelumnya harga tiket masuk Candi Borobudur adalah Rp 50.000. Dengan peraturan baru tersebut, tiket untuk wisatawan lokal meningkat menjadi Rp 750.000, sedangkan untuk wisatawan mancanegara, Luhut akan kenakan biaya sebesar 100 dollar AS.

Luhut menyampaikan, selain menerapkan tarif yang lebih mahal, pengunjung Candi Borobudur juga akan dibatasi. Setiap harinya pengunjung Candi Borobudur dibatasi hanya sebanyak 1.200 orang.

“Kami sepakat dan berencana membatasi kuota turis yang ingin naik ke Candi Borobudur sebanyak 1.200 orang per hari, dengan biaya 100 dolar untuk wisman dan turis domestik sebesar 750 ribu rupiah,” katanya.

Namun bagi para pelajar, Luhut menetapkan tiket masuk yang dikenakan hanya Rp 5.000 saja.

Baca juga : Spoiler Manga One Piece Chapter 1051 Sudah Muncul

Ia menambahkan, bagi seluruh wisatawan yang masuk ke Candi Borobudur wajib menggunakan jasa tour guide dari warga lokal sekitar kawasan Borobudur.

“Dalam kunjungan pagi ini saya kembali menekankan sinergi antara konservasi dan pariwisata melalui mekanisme single authority agency sehingga Borobudur bukan hanya menjadi salah satu dari lima destinasi wisata super prioritas, tetapi juga destinasi wisata berkualitas,” ucapnya.

Demi mencapai hal itu, ia juga memastikan adanya layanan dengan prinsip ekonomi biru, hijau, dan sirkular di kawasan Candi Borobudur.

“Rute perjalanan shuttle bus ini meliputi Borobudur-Malioboro-Prambanan. Dengan menggunakan kendaraan listrik dan EBT, saya rasa akan semakin mempertegas komitmen Indonesia dalam penggunaan energi ramah lingkungan.” pungkas Luhut.

Editor : Mochamad Nur Habib

Terkait

terhubung

0FansLike
0FollowersFollow
10FollowersFollow
- Advertisement -spot_img

Terkini