Friday, October 7, 2022
spot_img
spot_img

Irjen Ferdy Sambo Tersangka dan Terancam Hukuman Mati

Jakarta, Aktualiti.com – Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengumumkan kepada publik bahwa Irjen Ferdy Sambo menjadi tersangka atas kasus pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat atau Brigadir J.

Irjen Ferdy Sambo pun terancam mendapatkan hukuman mati atas perbuatannya.

Sebelumnya pada Jumat (8/7/2022), Brigadir J ditemukan tewas di rumah Sambo kawasan Duren Tiga, Jakarta.

“Timsus sudah menetapkan saudara FS sebagai tersangka,” terang Sigit dilansir dari Kompas.com, Selasa (9/8/2022).

Selain Ferdy Sambo, diduga terdapat tersangka baru yang ditetapkan berinisial KM. Namun Kapolri belum angkat suara tentang identitas KM tersebut.

Sigit menjelaskan bahwa Sambo diduga memberi perintah kepada Bharada Richard Eliezer (Bharada E) untuk melakukan pembunuhan terhadap Brigadir J.

Selain itu, Sambo turut diduga membuat skenario supaya Brigadir J terlihat tewas karena insiden baku tembak.

Mengenai latar belakang dari motif pembunuhan Brigadir J, saat ini masih dalam diselidiki oleh kepolisian.

Dengan ditetapkannya Sambo sebagai tersangka maka kini total ada empat tersangka atas kasus pembunuhan Brigadir J.

Baca juga : Polri Umumkan Tersangka Baru Kasus Kematian Brigadir J Sore ini 

Empat orang tersebut yaitu Bharada E, Brigadir RR, Irjen Ferdy Sambo, dan KM.

Tersangka dijerat Pasal 340 subsider Pasal 338 jo Pasal 55 jo Pasal 56 KUHP. Hukuman maksimalnya yaitu hukuman mati.

Sebelum keluar penetapan tersangka pada Sambo, Kapolri telah mencopot jabatannya sebagai Kadiv Propa, Polri pada Kamis (4/8/2022). Sambo dimutasi sebagai perwira tinggi (Pati) Pelayanan Markas (Yanmas) Polri.

Sambo telah ditahan di Mako Brimob, Depok, Jawa Barat, sejak sabtu (6/8/2022). Ia ditahan sebab melanggar kode etik.

Sambo diduga mengambil peran atas kasus pembunuhan Brigadir J sebagai pengambil rekaman CCTV yang seharusnya menjadi bukti utama.

“Dari 10 saksi tersebut dan beberapa bukti, Irsus (Inspektorat Khusus) menetapkan bahwa Irjen Pol FS diduga melakukan pelanggaran terkait menyangkut masalah ketidakprofesionalan di dalam olah TKP,” ujar Kepala Divisi Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jakarta, Sabtu (6/8/2022).

Reporter : Roudhotul Jannah

Terkait

terhubung

0FansLike
0FollowersFollow
10FollowersFollow
- Advertisement -spot_img

Terkini