Tuesday, October 4, 2022
spot_img
spot_img

LAZISNU Ingin Menjadi Role Model Lembaga Amil di Dunia

Jakarta, Aktualiti.com – Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) ingin menjadi role model lembaga amil di dunia.

Ketua LAZISNU PBNU Habib Ali Hasan Al Bahar berharap lembaga yang dipimpinnya dapat menjadi tauladan dan model yang dapat dicontoh dalam pengelolaan amil, zakat, infaq dan sedekah tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di dunia.

Harapan itu disampaikan Habib Ali sesaat setelah kegiatan Silaturahmi LAZISNU se-Dunia, pada Kamis, 28 Juli 2022 yang diselenggarakan di lantai 5 Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat.

“LAZISNU tersebar di 26 negara, bahkan jumlah seluruh cabangnya 300 lebih atau lebih dari jumlah hari dalam satu tahun,” ujar Habib Ali dalam wawancaranya di sela-sela agenda tersebut.

Ketua LAZISNU itu juga menyampaikan dengan jumlah yang cukup besar itu butuh untuk dikonsolidasikan kemudian menjadi terlembaga.

“LAZISNU PBNU seyogyanya dapat mengelola secara optimal yang tujuannya dapat membawa maslahat yang lebih luas bagi umat,” pangkas Habib Ali menambahkan penjelasannya.

Habib Ali juga menyampaikan bahwa, hasil dari agenda ini diharapkan menjadi bahan yang akan dibahas di pra rapat kerja hingga Rapat Kerja Nasional LAZISNU PBNU yang rencananya akan digelar pada 2 sampai 3 September mendatang.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Ketua LAZISNU PBNU Qohari Cholil menyampaikan bahwa Forum silaturahim itu juga menjadi ajang bertukar pikiran, masukan dan gagasan dari seluruh pengurus LAZISNU yang tersebar di Indonesia maupun mancanegara.

Baca juga : Menkes Sowan PBNU, Sepakati Hidupkan Kembali Posyandu NU

“Sejumlah masukan dan saran itu bermuara pada keseragaman kebijakan serta tata kelola yang kemudian bisa menjadi pedoman bagi seluruh pengurus LAZISNU di seluruh tingkatan,” ujar Qohari Cholil di akun youtube TVNU.

Agenda tersebut selain dihadiri oleh sejumlah fungsionaris LAZISNU PBNU, turut hadir juga Ketua PBNU, Choirul Sholeh Rasyid beserta 200 pengurus LAZISNU dari dalam dan luar negeri hadir secara daring maupun luring.

Sejarah NU Care-LAZISNU

Diliput dari laman resmi LAZISNU, NU Care-LAZISNU adalah rebranding dan/atau sebagai pintu masuk agar masyarakat global mengenal Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) sebagai lembaga filantropi NU.

NU Care-LAZISNU berdiri pada tahun 2004 sebagai sarana untuk membantu masyarakat, sesuai amanat muktamar NU yang ke-31 di Asrama Haji Donohudan, Boyolali, Jawa Tengah.

LAZISNU secara yuridis-formal dikukuhkan oleh SK Menteri Agama RI No. 65/2005 untuk melakukan penghimpunan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) kepada masyarakat luas.

NU Care-LAZISNU merupakan lembaga nirlaba milik perkumpulan Nahdlatul Ulama (NU) yang bertujuan untuk berkhidmat dalam rangka membantu kesejahteraan dan kemandirian umat; mengangkat harkat sosial dengan mendayagunakan dana Zakat, Infak, Sedekah (ZIS) dan dana sosial-keagamaan lainnya (DSKL).

Sampai saat ini, NU Care-LAZISNU telah memiliki jaringan pelayanan dan pengelolaan ZIS di 29 negara, di 34 provinsi atau 376 kabupaten/kota di Indonesia, dengan lebih dari 10 juta relawan.

NU Care-LAZISNU sebagai lembaga filantropi akan terus berupaya untuk meningkatkan kepercayaan dari para donatur yang semua sistem pencatatan dan penyalurannya disampaikan secara akuntabel, transparan, amanah, profesional.

Reporter : Dani Az

Terkait

terhubung

0FansLike
0FollowersFollow
10FollowersFollow
- Advertisement -spot_img

Terkini