Friday, October 7, 2022
spot_img
spot_img

Resmikan FEKDI, Gubernur BI: Ekonomi Digital Pilar Kemajuan Indonesia

Bali, Aktualiti.com – Gubernur Indonesia Perry Warjiyo resmi membuka Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia (FEKDI) 2022 di Nusa Dua, Bali, (11/07/2022). Perry menyatakan bahwa ekonomi digital adalah pilar kemajuan Indonesia.

“Ke depan, ekonomi digital juga akan menjadi pilar untuk kemajuan Indonesia,” kata Gubernur BI.

Besarnya peran ekonomi digital membuat BI dan berbagai lembaga keuangan lainnya bekerja keras dan terus mengembangkan sektor ini.

“Untuk itu, perlu adanya sinergi antara Bank Indonesia, kementerian dan lembaga, perbankan, dan dunia usaha,” ujar Perry.

Sinergi dan kerjasama tersebut akhirnya terwujud melalui Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia (FEKDI) 2022, dengan tema Advancing Digital Economy and Finance: Synergistic and Inclusive Ecosystem for Accelerated Recovery

FEKDI 2022 merupakan ajang etalase inovasi produk dan layanan serta sinergi kebijakan ekonomi dan keuangan digital yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia dan Kementerian Perekonomian dengan didukung oleh Kementerian-Lembaga dan industri, guna mempercepat pemulihan ekonomi nasional.

Peresmian FEKDI 2022 berbarengan dengan perhelatan Presidensi G20, yakni pertemuan gubernur bank sentral dan menteri keuangan dari 20 anggota G20 yang juga diadakan di Nusa Dua pekan ini.

Menurut Perry, ini merupakan momen penting dimana Indonesia dapat menunjukkan perkembangan ekonomi digitalnya.

“Sinergi dan inovasi yang inklusif diperlukan untuk memajukan bangsa agar dapat bersaing secara global. Mari tunjukkan ke dunia dan G20, bahwa Indonesia sudah maju secara digital,” ucap Perry.

Baca juga : Wapres: Ekonomi Islam Solusi Pemulihan Ekonomi Global

Perry melanjutkan, Bank Indonesia selaku bank sentral mendukung penuh digitalisasi ekonomi, salah satunya dengan membentuk regulasi kebijakan digitalisasi pembayaran.

“Dukungan Bank Indonesia dalam mewujudkan ekonomi keuangan digital nasional guna mengakselerasi pemulihan ekonomi semakin diperkuat, khususnya melalui kebijakan digitalisasi sistem pembayaran. Bank Indonesia berkomitmen untuk mendukung sinergi bauran kebijakan ekonomi dan keuangan digital nasional, sejalan dengan komitmen pemerintah dan visi Presiden RI untuk menuju Indonesia Maju,” pungkas Gubernur BI.

Sejalan dengan itu, Menteri Koordinator Perekonomian, Airlangga Hartarto mengatakan bahwa Covid-19 mempercepat laju pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia.

Pada tahun 2021, nilai perdagangan digital mencapai Rp401 triliun seiring dengan meningkatnya akseptasi dan preferensi berbelanja daring serta didukung perluasan sistem pembayaran digital dan akselerasi digital banking.

Menko Airlangga juga menjelaskan bahwa Pemerintah kini tengah mengoptimalkan peluang digitalisasi melalui implementasi sinergi kebijakan ekonomi dan keuangan digital. Selain itu juga terwujud dalam upaya penguatan kerjasama dan konektivitas pada lingkup regional maupun global di berbagai sektor, termasuk sektor perdagangan dan pembayaran di ASEAN.

“Digitalisasi ekonomi dan keuangan digital terus diakselerasi dengan perbaikan-perbaikan dan telah mendorong capaian inklusi keuangan nasional,” ucap Menko Airlangga.

Editor : Mochamad Nur Habib

Terkait

terhubung

0FansLike
0FollowersFollow
10FollowersFollow
- Advertisement -spot_img

Terkini