Thursday, September 29, 2022
spot_img
spot_img

Wapres Ajak Ulama Jaga Lingkungan untuk Indonesia Lestari

Jakarta, Aktualiti.com – Wakil Presiden (Wapres) K.H. Ma’ruf Amin memberi arahan kepada para ulama dan umat Islam untuk mengkampanyekan isu lingkungan kepada masyarakat dan melakukan aksi nyata terhadapnya.

Wapres menyampaikannya dalam pidatonya acara Kongres Umat Islam untuk Indonesia Lestari yang bertempat di Masjid Istiqlal Jakarta.

“Saya mengimbau para tokoh ulama serta umat Islam, diharapkan berperan aktif untuk dapat menyampaikan isu-isu terkait kerusakan lingkungan. Untuk kemudian kita melakukan aksi-aksi yang lebih nyata,” terang Wapres dilansir dari wapresri.go.id, Jumat (29/07/2022).

Wapres menegaskan perbuatan merusak lingkungan sangat bertentangan dengan ajaran Islam. Justru Islam mengajarkan untuk memanfaatkan apa yang ada di bumi untuk kepentingan dan kemaslahatan umat manusia, tetapi juga melarang umatnya untuk melakukan perusakan di atas bumi.

“Oleh karena itu, umat Islam wajib menghindari tindakan-tindakan yang dapat menimbulkan kerusakan (al-fasad) di bumi, baik yang menyangkut kerusakan fisik (fasad maddi), maupun kerusakan non fisik (fasad maknawi),” ungkapnya.

Kondisi lingkungan yang semakin darurat menjadikan Wapres menambahkan prinsip “menjaga lingkungan” sebagai bagian dari tujuan syariat Islam (maqasidus-syariah) yang sejauh ini baru ditetapkan 5 prinsip oleh para ulama, yakni menjaga agama (hifzhuddin), menjaga jiwa (hifzhunnafs), menjaga akal (hifzhul-aql), menjaga keturunan (hifzhun-nasl), dan menjaga harta (hifzhul-maal).

Baca juga : Wapres Diundang dalam Abu Dhabi Forum For Peace untuk Promosikan Islam Indonesia

“Menurut hemat saya ini perlu penambahan 2 hal lagi yaitu menjaga keamanan dan kedamaian (hifzhul amni wassalam) dan menjaga lingkungan (hifzhul-bi’ah). Mungkin dua hal itu bisa dimasukkan dalam salah satu dari lima prinsip di atas, tetapi menurut pandangan saya karena kedua hal ini begitu krusial dikaitkan dengan situasi sekarang seperti terjadinya perang Rusia-Ukraina dan terjadinya kerusakan lingkungan yang menimbulkan krisis energi dan krisis pangan bahkan juga krisis keuangan seperti yang terjadi sekarang ini,” jelasnya.

Wapres menambahkan bahwa Pemerintah Indonesia telah berkomitmen bersama beberapa negara dalam upaya mengurangi emisi karbon melalui Road Map Nationally Determined Contribution tahun 2019 serta strategi jangka panjang pembangunan rendah karbon berketahanan iklim tahun 2050.

“Selain itu, Indonesia sebagai Ketua G-20 Tahun 2022 telah mengangkat isu perubahan iklim dengan penekanan pada skala resiliensi iklim, usaha penurunan emisi karbon, dan teknologi hijau,” tambahnya.

Dengan Indonesia berkomitmen dan melakukan kolaborasi internasional ini harapannya supaya perubahan iklim dapat teratasi dengan lebih baik.

“Tentu dalam mengatasi persoalan perubahan iklim ini, Pemerintah tidak bisa bekerja sendirian, diperlukan keterlibatan pemangku kepentingan yang lebih luas, meliputi akademisi, dunia usaha, media massa, serta masyarakat khususnya umat Islam untuk bekerja secara kolaboratif sehingga fenomena perubahan iklim ini dapat diantisipasi dengan baik,” pungkas Wapres.

Reporter : Roudhotul Jannah

Terkait

terhubung

0FansLike
0FollowersFollow
10FollowersFollow
- Advertisement -spot_img

Terkini